Minggu, 27 Maret 2016

Wildest Dream

Masih terasa, senyummu.. tawamu.. harapan yang kau berikan..
Disaat semua itu terjadi, sungguh aneh rasanya bisa jatuh hati begitu saja.
Ucapan dan perkataan yang kau katakan, aku selalu percaya.
Benteng ini terlalu tinggi bukan? Sungai itu terlalu dalam bukan?
Masih teringat ketika kau berkata seperti itu, aneh bukan?
Begitu mudahnya aku percaya, begitu mudahnya aku jatuh hati kepada orang yang salah.
Bagiku sangat sulit mengakui perasaanku, menggagapkau ada disini.
Aku sadar, aku hanya menjadi obat dikala harimu bosan.
Aku sadar, aku tak pernah diinginkan disini.

Tulisan ini hanya perumapaan yang hanya teriris oleh rasa sakit yang dalam bukan?
Detik berlalu begitu cepat bukan? Jam yg kita lewati ketika malam itu sungguh indah bukan?
Berbohong hanya untuk bersamamu, bermain dalam sebuah suara hingga pagi menjelang.
Ketika aku berkata jujur dalam rasa ini lewat sebuah candaan.
Bagiku kau adalah kakakku yang akan selalu disisi hatiku, ya! dalam hayalku.
Merasakan seolah semuanya baik-baik saja. Berharap kau mempunyai rasa ini.
Hati yang tergores ini apakah bisa disembuhkan?
Mencintai seolah tak pernah ada, merasakan seolah semua berlalu.
Teringat ketika aku berusaha untuk bertemu kamu, kamu hanya berkata dengan alasan klasik,
Aku bahagia, kata-kata yang kau ucapkan semua menyadarkanku.
Tak adil bukan? Tuhan menciptakan rasa ini lalu kita mendustakannya?
Bukankah Cinta adalah anugerah Tuhan yang paling mewah? Kenapa dilarang hanya karena perbedaan? Melarang sama dengan menafikkan anugerah Tuhan yang paling mewah.
Mengapa kita bertemu? Alasan klasiknya karena Tuhan ingin aku berubah.
Berubah dari keadaan, yang ternyata berujung pada sebuah perasaan.
Perasaan yang tak pernah aku inginkan, perasaaan yang membuat sakit.

Disetiap mimpiku aku selalu ingat.
Di sebuah kehidupan yang lain, sebuah kota yang indah, ada seorang lelaki yang selalu tersenyum kepada seorang wanita. Lalu lelaki itu selalu tersenyum kepada sang wanita. Lelaki itu mampu membuat wanita itu tak pernah menyesal, tak pernah merasakan sedih, Ya! senyuman hangat dibibirnya.
Wanita itu selalu membayangkan betapa sempurnanya hidupnya. Tuhan memiliki cara sendiri dibalik sebuah cinta itu. Lalu untuk apa Tuhan menciptakan sebuah cinta? Untuk apa ditakdirkan berpasang-pasangan? 
Tuhan, jalan itu terasa sulit untuk aku tempuh. Seolah dipikiran ini selalu muncul kata lelah berkata seperti ini. Berkata bahwa aku mendustakan perasaan ini. Mengingat bahwa dia hanya lelaki yang bersadar dikala bosan itu tiba. Ya, aku memanggilnya Bosan. Sungguh konyol bahwa dia alasan di pagi hariku ketika hariku menjadi bosan. 
Melakukan hal konyol ini bersamamu hanya menjadi sebuah kenangan bagiku saja,

Percaya? apa itu percaya. Bukankah tuhan berkata "Lebih baik berlindung pada Tuhan dari pada percaya kepada manusia" walaupun itu bukan agamaku, tapi aku percaya bahwa Tuhan satu, hanya kita manusia yang berbeda. 
Tuhan menciptakan semua ini sebab ada alasan bukan? Alasan aku jatuh hati padamu, alasan aku menjadikanmu alasan disetiap rinduku, alasan aku selalu menunggumu, dan alasan aku mempercayaimu. Ya! Tuhan benar, bahwa manusia pasti pernah berdusta, mempercayai orang yang salah, mempercayai dia bisa bersamaku. Konyol bukan? 
Tak baik bukan? Tak baik aku harus jatuh hati kepadamu,

Ketika temanku bercerita tentangmu, bagiku.. Mencintaimu adalah rasa rinduku. Rinduku kepada Tuhan. Yang hanya bisa dirasakan lewat Do'a. Aku percaya yang aku perlukan hanya menutup ini. Menutup segala rasa, cerita, usaha yang pernah aku lakukan bersamamu, tidak tapi mungkin hanya aku,
Mengapa harus berbohong? Nyatanya semua akan terungkap? Lalu, apakah rasaku akan berbicara kepadamu dalam sebuah ikatan mimpi? Mimpi liarku, Mimpi burukku, Mimpi indahku, dan Memipi sebuah kehidupan lain yang aku impikan. Salahku menjadikanmu semangat yang menjadikan hariku berarti. Tuhan jika dikehidupan yang lain, masih bisakah aku bersamanya dan mencintainya? Sebentar saja di dunia yang hanya ada aku dan dia dengan rasa yang menjadi anugrahmu yang paling menakjubkan. Percaya padamu itu kesalahanku, merasa bahwa kau selalu berkata benar. Aku salah bahwa mempercayai hanya padaku kau berkata benar. Pantaskah cinta dipermainkan? Tidak bukan?
Aku hanya wanita yang percaya dimimpiku ada seorang pangeran dalam duniaku dikala aku merasa bahwa dunia ini tak adil, ia selalu bersamaku dengan senyumannya. 

Tuhan Adil, menciptakan perbedaan. Perbedaan aku dan kamu yaitu aku terlalu bodoh, mudah percaya, mudah ditebak, mudah dipermainkan, tetapi tidak mudah untuk jatuh hati. tapi kamu terlalu cerdas, tidak percaya, sulit ditebak, tidak mudah dipermainkan, tetapi kamu selalu mempermainkan wanita. Seolah hati ini sekuat baja, lalu kau pergi meninggalkan harapan yang mungkin datang dari hatiku saja.
Maafkan aku terlalu bodoh percaya padamu, menjadikanmu mimpi liarku yang takkan jadi nyata, Tiba saatnya bukan? untuk kita berpisah. Bahwa kita mempunyai jalan yang berbeda, pertemuan kita hanya sebuah kebetulan. Aku harap perasaan ini tertuang sepenuhnya ditulisan ini dan membiarkan rasa itu berlalu. Lewat tulisan ini aku bisa mengenangmu, perasaan ini, semua yang aku lakukan padamu, dan semua akan berlalu. Hanya ini yang bisa aku lakukan. Terima Kasih Tuhan.

Rabu, 09 Maret 2016

Terima Kasih Aku Bahagia

Hari ini aku hanya termanggu mengingat hal indah.
Sesuatu yang telah lama terpendam saat pertama mengingatmu.
Hembusan angin yang melewati mulutmu itu membawaku seakan semuanya baik baik saja.
Terkadang aku bertanya mengapa kita dipertemukan?
Entah mengapa saat-saat bersamamu terasa sangat menyenangkan.
Aku tau kan tak akan merasakannya. cukup. aku sudah melihatnya.
Disuatu mimpi terliarku, kau ada disana.
Aku hanya membayangkan engkau memakai jas lalu tersenyum kepadaku setiap hari.
Hanya khayalan bagiku memang mengganggap dirimu akan menerimaku.
Sulit sekali terus merasa ketika kita sedang bersama terlintas dipikiraku bahwa kau tak akan pernah menjadi miliku.
Ingatkah engkau saat kita tak sengaja berkenalan?
Sampai saat ini aku masih bertanya. mengapa itu terlalu cepat?
Sudahkah engkau menyadari?
Ketika engkau datang menghampiriku disaat masa kelam mu.
Ketika engkau berkata hal yang terindah dalam hidupku.
Ketika engkau berjalan seolah tidak melihat hatiku yang menambakanmu.
Ketika semua seolah bahwa alam tidak memihak kepadaku?
Sungguh lucu bukan? disaat seorang lelaki dan perempuan dipertemukan untuk alasan yang tidak jelas.
Ingatkah kamu saat kamu memperlihatkan dia?
Terasa indah sekali aku bisa menyanyangimu lebih dari itu.
Terima Kasih Aku Bahagia